• gambar
  • gambar

Selamat datang di Website Resmi SMK Sadar Wisata // Welcome to the official Website of SMk Sadar Wisata // Herlich Wilkommen in der website von SMK Sadar Wisata

Pencarian

Kontak Kami


SMK SADAR WISATA

NPSN : 50303344

Jln. Ulumbu No. 10 Ruteng Flores NTT


info@smksadarwisata.sch.id

TLP : 0265656565


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 30234
Pengunjung : 11157
Hari ini : 34
Hits hari ini : 180
Member Online : 0
IP : 3.234.210.25
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

APAKAH KITA SUDAH MERDEKA?




Artikel: APAKAH KITA SUDAH MERDEKA? Seperti yang kita ketahui, Indonesia telah merdeka sejak tahun 1945. Pada tanggal 17 Agustus tahun 1945 atas nama bangsa Indonesia,Soekarno dan Moh.Hatta telah memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Sebuah peristiwa bersejarah bagi bangsa indonesia yaitu"Kemerdekaan",sejak itu Bangsa Indonesia terbebas dari belenggu penjajah Belanda dan Jepang. Kemerdekaan senantiasa mempunyai arti yang sangat penting bagi kehidupan suatu bangsa,dalam hal ini kemerdekaan Indonesia mempunyai beberapa arti penting, antara lain: 1. Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, merupakan puncak perjuangan bangsa ini. Jadi, serangkaian perjuangan menentang kolonial akhirnya akan mencapai pada suatu puncak, yakni kemerdekaan. 2. Dengan kemerdekaan, berarti bangsa Indonesia mendapatkan suatu kebebasan. Bebas dari segala bentuk penindasan dan penguasaan bangsa asing. Bebas menentukan nasib bangsa sendiri. Hal ini berarti bahwa Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang berdaulat, bangsa yang harus memliki tanggung jawab sendiri dalam hidup berbangsa dan bernegara. 3. Kemerdekaan adalah suatu jalan ”jembatan emas” atau merupakan pintu gerbang untuk menuju masyarakat adil dan makmur. Jadi, dengan kemerdekaan itu bukan berarti perjuangan bangsa sudah selesai. Tetapi, justru muncul tantangan baru untuk mempertahankan dan mengisinya dengan berbagai kegiatan pembangunan. Menurut kamus Bahasa Indonesia, Merdeka ialah bebas dan lepas dari segala macam penjajahan. Macam-macam Penjajahan tersebut bisa berupa penjajahan fisik, ekonomi, politik dan sebagainya. Jika dibilang bangsa Indonesia telah merdeka sepenuhnya? Maka jawabannya adalah belum. Karena masih banyak penjajahan fisik, ekonomi bahkan politik. Parahnya lagi, penjajahan di usia ke 77 tahun kemerdekaan Indonesia ini masih saja ada sebagian masyarakat yang belum merasakan kemerdekaan sesungguhnya. Rakyat negeri ini, masih bergelimang dalam kemiskinan dan penderitaan yang teramat menyakitkan. Masih banyak bayi-bayi di negeri ini mengalami busung lapar, puluhan ribu para pejuang masih berlindung dalam gubuk-gubuk yang kumuh. Jutaan petani yang terus berteriak tak berdaya karena mahalnya harga pupuk oleh spekulan tengkulak dan rentenir. Lihat pula buruh dan karyawan pabrik yang memerlukan asih memenuhi kebutuhan hidup anak istrinya. Buruh pabrik atau kuli yang harus bermandi peluh untuk memberi nafkah keluarga, sementara upah tidak memenuhi kebutuhan hidup anak dan istrinya,hal tersebut dilakukan oleh sesama rakyat Indonesia sendiri. Memperingati hari kemerdekaan, sejauh ini juga yang kita ketahui adalah dengan upacara bendera, lomba 17 Agustus-an, karnaval, bergaya busana alah pahlawan, jalan sehat bersama dan sebagainya. Begitukah cara memperingati kemerdekaan? Atau hanya itukah yang kita tahu? Mungkin tidak akan mudah menjawabnya jika memang hanya sebatas itu yang kita tahu. Sebenarnya peringatan seperti itu sah-sah saja, namun porsinya bisa dibilang sedikit berlebihan,karena kita tidak pernah diajak merenungi arti atau makna kemerdekaan sebenarnya. Kita lebih disibukkan upacara, menyiapkan kegiatan karnaval bersenang-senang dalam lomba 17 Agustus-an yang konyol, hingga heboh menyiapkan doorprize untuk jalan sehat dan sebagainya. Itu semua tidak lebih dari sekedar hura-hura. Kegiatan itu semua minim esensi dalam mengisi kemerdekaan selain hanya sebatas seremonial, simbolis menjaga persatuan, kerukunan dan gotong royong. Buktinya, usai bulan Agustus, tak ada lagi isu sejarah, kepahlawanan, kemerdekaan, nasionalisme dan lain-lain yang dibahas. Semua hanya sekadar numpang lewat tanpa arti. Sudah selayaknya kita mulai mendalami arti mengisi kemerdekaan. Mendorong kita pribadi dan para siswa membaca dan belajar sejarah nasional demi menguak kebenaran dari berbagai misteri yang ditutupi oleh rezim pemerintahan sebelumnya bisa salah satu jadi contoh. Sehingga kita dapat arif melangkah kedepan dalam membangun bangsa. Oleh: Tita Randut




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas